Tantangan Seorang Pelatih dan Atlet Wajib Tahu

  • Whatsapp
Siapa yang tidak tau tentangpelatih? Pastilah kita semua tau. Namun apakah kalian semua sudah tau apa yang
pelatih rasakan dan tantangan apa yang selalu pelatih alami setiap harinya. Mungkin
bila kalau kalian tau pastilah kalian akan rajin berlatih, semangat berlatih. Oleh
karena itu mari kita simak apa saja tantangan seorang pelatih tersebut.
A. Tekanan pelatih
yang paling besar
adalah dimana waktunya dihabiskan untuk mengurusi
pemain-pemainnya. Sehingga sangat kurang waktu untuk keluarganya sendiri. Setiap
ahri pelatih memikirkan anak didiknya. Tentang perkembangannya, tentang metode
melatihnya, apakah sudah benar atau belum. Itulah seorang pelatih.
B.   Pendapatan yang
kecil (masih seadanya)
. Pelatih juga manusia yang membutuhkan uang untuk
memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Untuk keluarga dan pribadinya. Namun banyak
sekali di masyarakat seorang pelatih belum mendapatkan pendapatan yang layak
(cukup). Padahal kerjanya begitu berat. Namun terkadang itu tidak begitu
dipikirkan karena pelatih mempunyai jiwa tersendiri, yang akan tetap melatih
dengan maksimal meski pendapatan kecil. Itulah slah satu hebatnya seorang
pelatih.
zona pelatih pengertian pelatih tantangan pelatih
Selain tekanan diatas masih ada
beberapa tantangan yang harus dilalui oleh seorang pelatih yaitu :

1.     
Terbatasnya uang
pribadi
Disini
seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa pendapatan pelatih belumlah layak. Oleh
karenanya uang pelatih sangatlah terbatas. Namun taukah kalian bahwa pelatih
sering kali dan bahkan berulang-ulang kali mengeluarkan uang pribadinya untuk
kalian (para atlet/pemainnya). Entah untuk membeli minum, obat-batan untuk P3K,
Londri seragam dan bahkan kendaraan untuk digunakan dalam berangkat bertanding.
2.     
Belum jelasnya
jaminan kedepan (tahun-tahun berikutnya)
Yang
dimaksud jaminan kedepan ialah jaminan yang akan pelatih dpatkan, entah itu
pendapatan yang layak, promosi jabatan ataukah masih dipercaya untuk melatih
kembali. Mungkin kebanyakan bisa melatih kembali karena hasil yang diperoleh
bagus, namun kalau jelek? Ych itulah pelatih.
3.     
Kurang mendapat
dukungan dari keluarga
Pelatih
biasanya mendapat dukungan dari masyarakat dan para atlet/pemainnya. Namun terkadang
pelatih malah kurang mendaptkan dukungan dari keluarganya sendiri. Ini dikarenakan
mungkin penghasilannya dari melatih itu masih kecil dan harus lebih banyak
mengurangi waktu bersama dengan keluarganya.
4.     
Kurangnya atlet/pemain
yang berbakat
Banyak
sekali pelatih melatih atlet atau pemain yang tidak berbakat (baca kurang
berbakat). Dan lebih parah lagi pemain-pemain tersebut hanya berlatih karena
ikut-ikutan temannya. Serta tidak adanya semangat dari dalam diri atle/pemainya
sendiri. Sehingga dalam proses latihan tidak bisa seperti yang diharapkan oleh
pelatih.
5.     
Komitmen atlet/pemain
yang lemah
Bila
para atlet/pemain memiliki komitment yang kuat pastilah terjadi suasana yang
bagus didalam suatu team. Saat latihan ataupun saat pertandingan. Terlebih lagi
diluar team. Dengan adanya komitment yang kuat pasti kan terciptanya rasa
kekeluargaan juga. Namun bila komitment atlet/pemain lemah sangat menyusahakan pelatih. Semisal besok ada pertandingan dan sudah pasti seorang pelatih menyusun strategi dan siapa saja yang akan diturunkan. Namun ketika pada hari H, malah pemain yang masuk dalam strateginya tidak dapat berangkat dikarenakan berbagai alaasan yang tidak jelas. 
6.     
Minimnya sarana
dan prasarana
Pelatih
sering dibuat pusing oleh kedua hal tersebut. Namun seorang pelatih selalu
membuat program latihan agar tetap nyaman, fun serta dapat mencapai target
latihan, meski sarana dan prasarana kurang mendukung. Itulah seorang pelatih,
selalu mencari ide dan memodifikasi latihan yang baru untuk tujuan yang ingin
dicapai.
7.     
Sulit mengembangkan
program latihan
Sering
dijumpai pelatih mempunyai program yang bagus. Namun kebanyakan tidak dapat
terealisasikan dikarenakan terbatasnya sumber pembiayaan. Oleh karena itu pelatih
haruslah pintar-pintar dalam menyiasati hal tersebut.
8.     
Kurangnya asisten
latihan
Seorang
pelatih seharusnya mempunyai seorang asisten. Karena asisten pelatih ini
sangatlah membantu lebih efisien dlam proses latihan.
Itulah tantangan seorang pelatih
yang harus kalian tau. Setelah itu tinggal bagaimana kalian (atlet/pemain)
melakukan tindakan timbal balik untuk pelatih kalian masing-masing. Apakah lebih
giat, semangat lagi dalam latihan ataukah sebaliknya. Yang pasti pilihan ada
pada kalian sendiri.
NB: Bila sodara merasa
terbantu oleh coretan-coretan ini, silahkan dishare, siapa tau ada orang lain
yang juga membutuhkannya. INGAT BERBAGI DALAM KEBAIKAN ITU BAIK!!!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *