Standar Test Kondisi Fisik Atlet Sepakbola Terbaru

  • Whatsapp
Sebagai seorang pelatih
haruslah mengetahui dan memahami kondisi fisik para atlet/pemainnya. Ini berarti
seorang pelatih wajib mengerti tatacara untuk mengetahui kondisi fisik
atlet/pemainnya. Tidak hanya berpatokan dari saat latihan, karena kondisi fisik
pemain haruslah diketahui secara tepat tidak hanya dari praduga saja, tanpa
melakukan test pada kondisi fisik atlet/pemain. Oleh karena itu pelatih wajib
tau ini. Cara melakukan test kondisi fisik sepakbola. Tentunya dengan alat standar test kondisi fisik sepakbola terbaru.

Menurut dari blog Coach
Timo maka test kondisi fisik pemain bisa diketahui
dengan cara sebagai berikut :

A. TEST
DAYA TAHAN ( Endurance)
Salah satu menilai
kondisi fisik pemain adalah dengan mengukur tingkat Vo2max nya. Volume maksimal
oksigen (Vo2max) adalah kemampuan seseorang untuk menyalurkan dan menggunakan
oksigen pada saat melakukan olahraga. Ini berarti semakin bagus vo2max
seseorang, semakin bagus pula kondisi fisik pemain tersebut, khususnya untuk
daya tahan (endurance). Vo2max diukur dalam milliliter per kg per menit
(ml/kg/min).

1.      Cooper Test
Cara
melakukannya, beri arahan kepada pemain untuk berlari secepat dan sestabil
mungkin selama 12 menit diatas lintasan lari 400 meter. Atau lewat tepi
lapangan yang ukuran standar ( biasa kan kita bukan club professional heheh. Jangan
lupa setiap 50 meter dikasih cone ya (biar memudahkan dalam mencatat hasil
larinya).
Rumusnya
: VO2MAX= 0,0225 x _M – 11,3
Missal
: wiwa (pemin anda) mampu menempuh jarak 3200 meter dalam waktu 12 menit. Cara menghitung
rumus VO2MAX nya adalah : 0,0225 x 3200 – 11,3 = 60.5 ml/kg/min
2.      Balke
Untuk
melakukan test ini caranya seperti pada cooper
test
namun yang berbeda hanyalah pada waktunya saja, yaitu 15 menit. Dan setelah
memperoleh hasil larinya tinggal mencocokan pada table berikut.
Jarak Lari
Vo2max
6000 meter
80 ml/kg/min
5600 meter
75 ml/kg/min
5200 meter
70.0 ml/kg/min
4800 meter
65.5 ml/kg/min
4400 meter
61.0 ml/kg/min
4000 meter
56.5 ml/kg/min
3600 meter
51.0 ml/kg/min

Vo2max
sangatlah penting untuk terus ditingkatkan, karena hanya dengan peningkatan 10%
saja itu berarti :
         
Pemain anda akan meningkat  dua kali lipat jumlah sprint nya
         
Meningkat hamper 25% pemain terlibat
dalam permainan
         
Daya jelajah pemain juga meningkat 20%

Sekarang
banyangkan bila seluruh pemain kita vo2max nya meningkat. Pastilah mempengaruhi
juga jalannya atau hasil pertandingan. Karena pemain kita lebih bagus kondisi
fisiknya.

B. SPRINT
TEST ( lari menggunakan kemampuan maksimal)
1.     
Test Sprint Murni
Cara
melakukannya, pemain berlari secepat mungkin sejauh 36,6 meter. Usahakan semakin
singkat waktunya semakin bagus hasilnya. Tipa pemain Lakukan dua kali sprint. Dan
jangan lupa mencatat hasilnya. Khusus pemain yang berusia 15 tahun keatas
targetnya 4,6 – 5,1 detik.
2.     
Test Sprint Khusus Sepakbola I

Cara Test Kondisi Fisik Atlet  Sepakbola Terbaru

Muat Lebih

Cara
melakukannya, pemain
berlari maju semaksimal mungkin dari cone A ke B,
diteruskan dari B ke C
secara menyamping, selanjutnya daei C ke A dengan
berlari mundur, setelah itu lakukan lari maju semaksimal mungkin
dari A ke D. Lakukan dua kali dari sisi kanan dan sisi sebelah kiri. Dan yang
terpenting catat hasilnya dan hitunglah rata-ratanya.
3.     
Test Sprint Khusus Sepakbola II

Cara Test Kondisi Fisik Atlet  Sepakbola Terbaru
Cara
pelaksanaanya sama seperti di atas. Hanya saja disini sprint maju semua dan
yang hanya sekali menyentuh cone A dengan tangan sebelum menuju ke D. Dan yang
terpenting catat hasilnya dan hitunglah rata-ratanya agar dapat digunakan untuk
membandingkan hasilnya (melihat kemajuan pemain).
4.     
Skill Test ( test untuk sprint,
kecepatan dirbel, berputar dengan bola serta passing)

Cara Test Kondisi Fisik Atlet  Sepakbola Terbaru
Cara
melakukannya pemain diharuskan mendribel bola secepat mungkin dan sebisa
mungkin mengurangi kesalahan, memutari cone yang berada ditengah lalu lakukan
passing kearah gawang yang berukuran 1 meter. Selanjutnya pemain melakukan
sprint secepat mungkin kearah pojok yang terdapat bola dan ulangi seperti awal
tadi. Lakukan skill test ini dua kali ( satu kali putaran menggunakan kaki
kanan dan satu kali putaran menggunakan kaki kiri ). Jangan lupa mencatat waktu
tempuh pemain, catat jumlah gol yang tercipta serta catat beberapa kesalahan
yang dilakukan pemain. Untuk hasilnya bisa melihat contoh di bawah ini.

Nama
Pemain
Waktu
kanan
Waktu
kiri
Rata-rata
Gol
kiri
Gol
kanan
Rata-rata
Kesalahan
kiri
Kesalahan
kanan
Rata-rata
wiwa
15
detik
14
detik
4
4
4
x
0,5
Junior
16,5
detik
16,9
detik
2
3
2,5
xx
x
1,5
Dst…
Berfungsi
untuk mengetahui seberapa kemampuan pemain melakukan daya ledak (sprint kembali
setelah berhenti atau sprint untuk sprint lagi)

Cara Test Kondisi Fisik Atlet  Sepakbola Terbaru
Cara
pelaksanaannya yaitu pemain melakukan 10 kali sprint secepat mungkin dari cone
A ke cone B, lalu jogging dari cone B ke cone C 
ke cone A. Pemain yang melakukan jogging dari cone B sampai ke cone A
disedikan waktu 30 detik.  Jangan lupa
catat hasilnya.
Rumus
menghitung kemampuan recovery pemain
diantara sprint adalah :
Sprint terlambat – sprint tercepat
= Sprint Fatigue
Misalnya
: sprint tercepat/paling cepat wiwa dari 10 kali sprint adalah 6,5 detik, dan
sprint paling lambat adalah 8 detik. Maka hasilnya yaitu, 8 – 6,5 = 1,5 detik. Itulah
hasil dari sprint fatigue, semakin hasilnya mendekati 0,0 detik itu semakin
bagus, dikarenakan sprint fantigue maksimalnya adalah 0,0 detik.

C. TEST
SPRINT POWER
Hampir sama dengan cara
sprint fantigue, karena hasil dari sprint fantigue dapat dipakai untuk menilai
kemampuan pemain untuk seberapa cepat proses pemulihan sprint/ menilai stabil
atau tidaknya kemampuan sprint pemain tersbeut (sprint power maintenance)
Rumus
stabilitas sprint = Rata-rata 3 sprint pertama x 100
                                      Rata-rata
3 sprint terakhir
Contohnya
: sehabis pemain sprint sebanyak 10 kali hasilnya adalah 6; 6,2; 6,5; 6,9; 7; 7,3; 7,7, 8; 8,5; 9; 9,5
Maka
menghitungnya ialah 6,2 x 100 = 68,9 %
                                            9
Setelah
itu bandingkan hasilnya dengan skala dibawah ini
90%
keatas sangat bagus
85-89%
bagus
80-84%
rata-rata/sedang
79%
kebawah jelak/kurang

D. TEST DAYA EKSPLOSIFITAS
1.      Vertical Jump Test (lompat keatas)
Pemain harus
melakukan :
  Melumuri
dahulu tangan dengan kapur. Ini fungsinya untuk memberikan tanda pada tembok.
  Berdiri
lurus dan tandai tembok tadi dengan tangan yang sudah dilumuri kapur
  Lompatlah
setinggi mungkin dan tandai lagi tembok.
Catatlah hasil
terbaik dari tiga kali percobaan melompat tersebut.
Cara menghitungnya
adalah : lompatan tertinggi – jangkauan tanpa
melompat = eksplosif power
.
Setelah itu
bandingkan dengan table berikut untuk mengetahui skala nilai pemain
65
cm keatas        =
sangat bagus
60
cm                     = 
bagus
55
cm                     = sedang
50
cm                     = kurang
45
cm kebawah    = sangat kurang
2.      Standing long jump test (melompat ke depan)
Pemain harus
melakukan :
         Pemain
berdiri pada garis tumpuan untuk melompat
       Lakukan
lompatan dengan kedua kaki bersamaan dengan lutu ditekut serta mengyungkan
kedua tangan
         Saat
mendarat usahakan kedua kaki bersamaan
         Catatlah
hasil dari tiga kali percobaan dan ambillah yang terbaik.
         Setelah
itu bandingkan dengan table dibawah untuk mendapatkan nilai pemain.
3.0
meter ke atas            = sangat bagus
2,7
meter                          =
bagus
2,5
meter                          = sedang
2,3
meter                          = kurang
2.0
meter kebawah        = sangat kurang

Test daya
eksplosif ini sangat penting karena dalam sepakbola banyak sekali
gerakan-gerakan yang memerlukan daya eksplosif yang tinggi.




Sekian dahulu semoga artikel standar test kondisi fisik atlet sepakbola terbaru ini bermanfaat buga kita semua. dan tentunya mampu memajukan dunia sepakbola Indonesia.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *