BAHAYA MENGINTAI DUDUK TERLALU LAMA

  • Whatsapp
BAHAYA MENGINTAI DUDUK TERLALU LAMA
Sakit pinggang (HNP)

Hampir kebanyakan orang pernah mengalami sakitpinggang bukan? Namun tidak banyak diantara mereka yang mengetahui bahwa sakit
pinggang bisa disebabkan karna saraf pada tulang belakang. Dalam dunia
kedokteran nyeri pada pinggang disebut hernia
nukleus pulposus
(HNP).
Menurut spesialis bedah saraf dari RS Darmo dr Dwi
Koryanto, Sakit tersebut disebut urat/saraf kejepit
(terjepit). Padahal bagi penyandang HNP itu bisa terjadi karena bantalan tulang
diantara ruas tulang belakang mengalami masalah, bisa berbentuk menonjol, robek
ataupun lepas dari jaringan nya. Sehingga dari bantalan tersebut menekan
cabang-cabang saraf yang berada pada tulang belakang. Lalu yang terjadi
penderita akan mengalami rasa sakit yang menyebar dari pinggang hingga tungkai
kaki. Kadang kala juga membuat seseorang jalannya menjadi pincang (susah jalan,
bila jalan mengalami rasa sakit). Gejala tersebut menandakan gangguan pada saraf
sensorik.
Jika ini tidak ditangani dengan benar, maka akan
membuat gangguan motorik, yang semakin lama kekuatan otot menjadi berkurang. Kelemahan
pada tungkai, secara otomatis mengganggu kemampuan geraknya. Untuk tahap yang
lebih erat penderita HNP akan mengalami gangguan pada saraf otonom, ini berarti
akan mengurangi fungsi buang air besar dan kecil. Dengan kata lain BAB tidak
terkontrol atau sulit, “ ucap Dwi
Penyebab dari HNP dapat dipengaruhi oleh aktivitas
keseharian kita, seperti kebiasaan duduk atau tidur yang salah. Lebih banyak
lagi bila kita duduk terlalu lama dalam kesehariannya (saat berkerja) itu
paling rawan terserang HNP. Karena pada saat kita duduk bantalan tulang
belakang lebih banyak menerima tekanan lebih. Sehingga dianjurkan minimal setelah duduk
selama 30 menit alangkah baiknya kita berdiri atau berjalan sejenak untuk
membuat badan kita menjadi lebih relaks setelah duduk lama.
Bila HNP sudah benar-benar mengganggu aktivitas Anda,
baiknya pergi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Sumber jpnn

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *